Khofifah Jadikan Hari Kartini 2026 Titik Tekan Penyelamatan Ibu dan Generasi

parlemen | 22 April 2026 06:42

Khofifah Jadikan Hari Kartini 2026 Titik Tekan Penyelamatan Ibu dan Generasi
Flyer Hari Kartini.

SURABAYA, PustakaJC.co — Momentum Hari Kartini 2026 dimanfaatkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebagai titik tekan untuk memperkuat gerakan bersama dalam menurunkan angka kematian ibu (AKI), sekaligus memastikan lahirnya generasi yang sehat dan berdaya saing.

 

Dengan mengusung tema “Bergerak Bersama Menurunkan Angka Kematian Ibu”, Khofifah menegaskan bahwa upaya penyelamatan ibu tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat.

 

“Ini bukan sekadar peringatan seremonial. Spirit Raden Ajeng Kartini harus kita terjemahkan dalam aksi nyata, salah satunya memastikan kesehatan ibu sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia,” tegas Khofifah, Selasa, (21/4/2026).

 

 

 

Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis dalam menentukan kualitas generasi bangsa. Peran perempuan tidak hanya di ruang domestik, tetapi juga dalam pembangunan sosial dan ekonomi. Karena itu, akses dan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak harus terus diperkuat.

 

Pemerintah Provinsi Jawa Timur, lanjutnya, telah melakukan berbagai langkah konkret. Mulai dari penguatan fasilitas layanan kesehatan, pengembangan stroke center, jantung center, hingga onkologi center, serta menghadirkan layanan kesehatan bergerak untuk menjangkau wilayah kepulauan.

 

Selain itu, pemanfaatan teknologi juga terus didorong, salah satunya melalui aplikasi e-Desi untuk deteksi dini risiko hipertensi pada ibu hamil—yang menjadi faktor penting dalam mencegah komplikasi.

 

Upaya tersebut menunjukkan hasil positif. Angka kematian ibu dan bayi di Jawa Timur terus mengalami penurunan, seiring dengan membaiknya status gizi masyarakat. Prevalensi stunting bahkan berhasil ditekan hingga 14,7 persen pada tahun 2025.

 

 

Meski demikian, Khofifah mengingatkan bahwa tantangan masih besar. Penurunan AKI membutuhkan sinergi berkelanjutan, termasuk melalui edukasi kesehatan, peningkatan kualitas layanan, serta kesadaran masyarakat.

 

“Penurunan angka kematian ibu bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi gerakan bersama seluruh elemen bangsa,” ujarnya.

 

Dari sisi pembangunan gender, Jawa Timur juga mencatat capaian menggembirakan. Indeks Pembangunan Gender (IPG) tahun 2025 mencapai 93,29, meningkat dari tahun sebelumnya 92,19, sekaligus melampaui rata-rata nasional. Sementara itu, Indeks Ketimpangan Gender (IKG) berada di angka 0,347, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional 0,421.

 

Partisipasi perempuan pun terus meningkat. Keterwakilan perempuan di legislatif telah mencapai sekitar 20 persen, sementara partisipasi dalam angkatan kerja tercatat sebesar 60,64 persen.

 

 

 

Namun, sejumlah persoalan masih menjadi pekerjaan rumah, di antaranya kekerasan terhadap perempuan dan anak, pernikahan usia dini, hingga stunting yang berkontribusi terhadap risiko kesehatan ibu.

 

“Perempuan bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi pelaku utama pembangunan. Karena itu kualitas hidup perempuan harus terus kita tingkatkan,” tegasnya.

 

Sebagai bentuk komitmen, Pemprov Jatim memperkuat perlindungan perempuan melalui optimalisasi UPTD PPA dan PUSPAGA di berbagai daerah, guna memperkuat dukungan sosial dan keluarga dalam menjaga kesehatan serta keselamatan ibu.

 

Di tingkat global, Khofifah juga menyoroti kontribusi perempuan Indonesia dalam mendorong perdamaian dunia. Salah satunya melalui inisiatif Muslimat NU yang mengirimkan surat kepada Sekretaris Jenderal PBB António Guterres.

 

 

Surat tersebut memuat sembilan poin imbauan, mulai dari penghentian konflik bersenjata, penguatan diplomasi damai, perlindungan warga sipil, hingga peningkatan peran perempuan dalam proses perdamaian dunia.

 

“Ini menunjukkan perempuan Indonesia tidak hanya berperan di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga memiliki kontribusi strategis dalam membangun peradaban dunia yang damai dan berkeadilan,” jelasnya.

 

Di akhir, Khofifah mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk terus bergerak, berkontribusi, dan berkhidmat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, hingga dunia, dengan menjadikan kesehatan ibu sebagai prioritas utama.

 

“Selamat Hari Kartini. Mari kita jadikan momentum ini untuk bergerak bersama menurunkan angka kematian ibu, memperkuat peran perempuan, dan menghadirkan generasi yang sehat, kuat, serta berdaya saing,” pungkasnya. (ivan)