Namun, sejumlah persoalan masih menjadi pekerjaan rumah, di antaranya kekerasan terhadap perempuan dan anak, pernikahan usia dini, hingga stunting yang berkontribusi terhadap risiko kesehatan ibu.
“Perempuan bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi pelaku utama pembangunan. Karena itu kualitas hidup perempuan harus terus kita tingkatkan,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen, Pemprov Jatim memperkuat perlindungan perempuan melalui optimalisasi UPTD PPA dan PUSPAGA di berbagai daerah, guna memperkuat dukungan sosial dan keluarga dalam menjaga kesehatan serta keselamatan ibu.
Di tingkat global, Khofifah juga menyoroti kontribusi perempuan Indonesia dalam mendorong perdamaian dunia. Salah satunya melalui inisiatif Muslimat NU yang mengirimkan surat kepada Sekretaris Jenderal PBB António Guterres.