Meski demikian, Khofifah mengingatkan bahwa tantangan masih besar. Penurunan AKI membutuhkan sinergi berkelanjutan, termasuk melalui edukasi kesehatan, peningkatan kualitas layanan, serta kesadaran masyarakat.
“Penurunan angka kematian ibu bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi gerakan bersama seluruh elemen bangsa,” ujarnya.
Dari sisi pembangunan gender, Jawa Timur juga mencatat capaian menggembirakan. Indeks Pembangunan Gender (IPG) tahun 2025 mencapai 93,29, meningkat dari tahun sebelumnya 92,19, sekaligus melampaui rata-rata nasional. Sementara itu, Indeks Ketimpangan Gender (IKG) berada di angka 0,347, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional 0,421.
Partisipasi perempuan pun terus meningkat. Keterwakilan perempuan di legislatif telah mencapai sekitar 20 persen, sementara partisipasi dalam angkatan kerja tercatat sebesar 60,64 persen.