Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis dalam menentukan kualitas generasi bangsa. Peran perempuan tidak hanya di ruang domestik, tetapi juga dalam pembangunan sosial dan ekonomi. Karena itu, akses dan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak harus terus diperkuat.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur, lanjutnya, telah melakukan berbagai langkah konkret. Mulai dari penguatan fasilitas layanan kesehatan, pengembangan stroke center, jantung center, hingga onkologi center, serta menghadirkan layanan kesehatan bergerak untuk menjangkau wilayah kepulauan.
Selain itu, pemanfaatan teknologi juga terus didorong, salah satunya melalui aplikasi e-Desi untuk deteksi dini risiko hipertensi pada ibu hamil—yang menjadi faktor penting dalam mencegah komplikasi.
Upaya tersebut menunjukkan hasil positif. Angka kematian ibu dan bayi di Jawa Timur terus mengalami penurunan, seiring dengan membaiknya status gizi masyarakat. Prevalensi stunting bahkan berhasil ditekan hingga 14,7 persen pada tahun 2025.