SURABAYA, PustakaJC.co - Ikatan Keluarga Alumni Unesa bersama Fakultas Hukum Unesa menggelar bedah buku bertajuk Mediasi Sebagai Jalan Bijak Melindungi Profesi Guru di Auditorium FH Unesa Ketintang, Surabaya, Kamis, (7/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi mengenai pentingnya mediasi sebagai solusi penyelesaian sengketa untuk melindungi profesi guru dari persoalan hukum yang kerap muncul di dunia pendidikan. Dilansir dari jatimpos.co, Jumat, (8/5/2026).
Buku karya Lukman Sugiharto Wijaya itu menghadirkan akademisi Unesa Mukhlis Al’Anam dan Kepala BNN Kota Surabaya Heru Prasetyo sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, Mukhlis menjelaskan bahwa mediasi merupakan bagian dari Alternative Dispute Resolution (ADR) yang berkembang sebagai alternatif penyelesaian konflik di luar jalur pengadilan.
“Mediasi menjadi upaya penyelesaian sengketa melalui mediator,” ujarnya.
Ia menjelaskan, mediator terbagi menjadi dua tipe, yakni social network mediator atau mediator yang telah dikenal baik oleh pihak terkait, serta alternative mediator yang memiliki pengaruh kuat dalam pengambilan keputusan.
Mukhlis juga menyoroti fenomena corporal punishment atau hukuman disiplin kepada siswa yang masih menjadi perdebatan di berbagai negara.
“Di Eropa dan Amerika, corporal punishment sudah mulai ditinggalkan karena dianggap melanggar HAM, sedangkan di negara Asia masih menjadi pro dan kontra,” katanya.
Sementara itu, Heru Prasetyo menegaskan bahwa guru memiliki peran penting dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Menurutnya, guru menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi dan sosialisasi bahaya narkoba kepada pelajar.
“Secara tidak langsung mengajak guru sebagai bagian dari masyarakat untuk turut mengatasi permasalahan narkoba di Indonesia,” ujarnya.
Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Unesa Bambang DH mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap FH Unesa mampu melahirkan mediator di berbagai bidang.
“Menjadi mediator tidaklah mudah, biarlah nanti Fakultas Hukum Unesa merintis lahirnya mediator-mediator di berbagai bidang,” ucapnya.
Bambang juga berharap Jawa Timur memiliki fasilitas rehabilitasi narkoba yang representatif seperti pusat rehabilitasi di Lido.
Dekan FH Unesa Arinto Nugroho mengatakan profesi guru memiliki peran penting dalam membangun peradaban manusia sehingga perlu mendapat perlindungan yang tepat.
“Kami sangat menyadari penyelesaian sengketa tidak selalu diselesaikan dengan cara litigasi. Dengan adanya acara ini, harapannya peserta dapat memberi masukan dan input positif yang bermanfaat,” katanya.
Penulis buku, Lukman Sugiharto Wijaya, mengungkapkan buku tersebut lahir dari keprihatinannya terhadap degradasi moral dan perubahan psikologi pendidikan yang membuat guru rentan terjerat persoalan hukum.
Ia juga memperkenalkan metode DAMAI yang terdiri dari Dengarkan, Analisa, Mediasi, Analisa Kesepakatan, dan Inisiasi Penyelesaian.
“Saya berharap buku ini dapat membekali para guru dan pendidik agar tidak hanya menjadi mediator profesional, tetapi juga menjadi juru damai di lingkungan masing-masing,” pungkasnya. (ivan)