Beasiswa Kuliah Surabaya 2026 Diperluas ke Kampus Swasta, Sisa Kuota Masih Terbuka

pendidikan | 17 April 2026 13:11

Beasiswa Kuliah Surabaya 2026 Diperluas ke Kampus Swasta, Sisa Kuota Masih Terbuka
Kiri ke kanan: Heri Purwadi Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) bersama Kanti Budiarti Camat Sawahan dan Prof. Dr. Martadi Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) saat mengisi program Semanggi Suroboyo. (dok suarasurabaya) 
SURABAYA, PustakaJC.co — Pemerintah Kota Surabaya memperluas jangkauan program Bantuan Biaya Perkuliahan pada tahun 2026 dengan menggandeng perguruan tinggi swasta. Jika sebelumnya program ini hanya bekerja sama dengan perguruan tinggi negeri, kini total 65 kampus telah terlibat, terdiri dari 50 perguruan tinggi negeri dan 15 perguruan tinggi swasta. Jum'at, (17/4/2026). 
 
 
“Di tahun ini, tahun 2026 ini, kita melebarkan sayap, pemerintah melebarkan sayap melalui perguruan tinggi swasta. Kalau dulu hanya perguruan tinggi negeri saja. Nah, di tahun 2026 ini pemerintah melebarkan sayap, MoU (tanda tangan nota kesepahaman) dengan perguruan tinggi tinggi swasta,” bebernya dalam program Semanggi Suroboyo di Radio Suara Surabaya, demikian dikutip dari suarasurabaya.net, jum'at, (17/4/2026). 
 
 
Kebijakan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat, khususnya dari keluarga kurang mampu. Program yang sebelumnya dikenal sebagai Beasiswa Pemuda Tangguh ini tetap mempertahankan skema bantuan berupa pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) serta uang saku bulanan bagi mahasiswa penerima.
 
 
Besaran bantuan yang diberikan meliputi biaya UKT sebesar Rp2.500.000 serta uang saku Rp300.000 per bulan selama 10 bulan setiap tahun. Bantuan tersebut diberikan hingga mahasiswa menyelesaikan pendidikan, atau sekitar delapan semester untuk jenjang S1.
 
 
“Untuk bantuan biaya perkuliahannya itu adalah UKT nggih, yang jelas Rp2.500.000 itu untuk UKT-nya, dan ada uang saku sebesar Rp300.000 perbulan selama 10 bulan. Kemudian mereka akan dibantu sampai dengan lulus. Artinya kalau mereka S1, biasanya sampai delapan semester itu akan dibantu,” tambah Heri. Jum'at, (17/4/2026). 
 
 
Pada tahun ini, Pemkot Surabaya menyediakan kuota hingga 23.860 mahasiswa. Hingga pertengahan April 2026, sebanyak 11.600 kuota telah dimanfaatkan, sehingga masih tersedia sekitar 12.000 slot yang dapat diakses oleh warga dari kategori Desil 1 hingga 5.
 
 
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, pemerintah juga melibatkan pihak kecamatan dalam melakukan pendataan langsung ke masyarakat. Metode jemput bola dilakukan agar warga yang memenuhi syarat tidak terlewatkan, terutama di wilayah dengan potensi penerima tinggi seperti Kecamatan Sawahan.
 
 
Pihak kecamatan aktif melakukan pendataan door to door kepada warga yang masuk kategori keluarga miskin. Berdasarkan data Kecamatan Sawahan, terdapat 2.041 warga dalam kategori tersebut, dengan 204 di antaranya merupakan mahasiswa yang berpotensi mendaftar program bantuan ini.
 
 
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi besmart.surabaya.go.id, dengan proses seleksi ketat dan verifikasi lapangan. Untuk gelombang pendaftaran saat ini, dibuka mulai 13 hingga 24 April 2026.
 
 
Program ini diharapkan dapat meningkatkan akses pendidikan tinggi sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Surabaya. (frchn)