Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, pemerintah juga melibatkan pihak kecamatan dalam melakukan pendataan langsung ke masyarakat. Metode jemput bola dilakukan agar warga yang memenuhi syarat tidak terlewatkan, terutama di wilayah dengan potensi penerima tinggi seperti Kecamatan Sawahan.
Pihak kecamatan aktif melakukan pendataan door to door kepada warga yang masuk kategori keluarga miskin. Berdasarkan data Kecamatan Sawahan, terdapat 2.041 warga dalam kategori tersebut, dengan 204 di antaranya merupakan mahasiswa yang berpotensi mendaftar program bantuan ini.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi besmart.surabaya.go.id, dengan proses seleksi ketat dan verifikasi lapangan. Untuk gelombang pendaftaran saat ini, dibuka mulai 13 hingga 24 April 2026.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan akses pendidikan tinggi sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Surabaya. (frchn)