SURABAYA, PustakaJC.co - Kuliah di Universitas Al-Azhar masih menjadi impian besar bagi banyak pelajar Indonesia. Namun, di balik prestise tersebut, muncul sorotan terhadap sistem seleksi berlapis yang dinilai semakin panjang dan kompleks. Apakah mekanisme ini masih relevan di tengah kebutuhan efisiensi pendidikan global?
Sistem seleksi masuk Al-Azhar saat ini tidak lagi sesederhana satu tahap. Calon mahasiswa harus melalui seleksi di Indonesia, kemudian tetap diwajibkan mengikuti serangkaian tes tambahan setibanya di Mesir. Hal ini menjadi perhatian karena dinilai menambah beban proses bagi peserta.