Fenomena ini memunculkan semacam paradoks dalam sistem seleksi. Di satu sisi, Indonesia telah menerapkan proses yang ketat dan terstruktur. Namun di sisi lain, Al-Azhar tetap melakukan verifikasi ulang terhadap kemampuan calon mahasiswa, khususnya dalam penguasaan bahasa Arab.
Meski demikian, seleksi berlapis juga memiliki alasan kuat. Tingginya minat pelajar Indonesia untuk menempuh studi di Mesir membuat standar kualitas harus dijaga. Selain itu, kemampuan bahasa Arab yang belum merata menjadi tantangan tersendiri dalam proses pembelajaran di kampus berbasis bahasa tersebut.