Khofifah Ikuti Sensus Ekonomi 2026, Ajak Warga Jatim Berikan Data Akurat demi Pembangunan Tepat Sasaran

pemerintahan | 25 Juni 2026 17:32

Khofifah Ikuti Sensus Ekonomi 2026, Ajak Warga Jatim Berikan Data Akurat demi Pembangunan Tepat Sasaran
Dok Biro Adpim Jatim

SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengikuti pendataan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur di kediamannya di kawasan Jemursari, Surabaya, Rabu (24/6/2026). Keikutsertaan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelaksanaan agenda nasional yang bertujuan menghasilkan data ekonomi yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.

 

Pendataan dipantau langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPS Provinsi Jawa Timur Herum Fajarwati bersama jajaran. Dalam proses tersebut, Khofifah mengikuti seluruh tahapan wawancara sesuai mekanisme yang telah ditetapkan BPS.

 

Menurut Khofifah, Sensus Ekonomi merupakan instrumen penting untuk memotret kondisi riil aktivitas ekonomi masyarakat sehingga hasilnya dapat menjadi landasan dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

 

"Ini menjadi contoh bahwa Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang sangat penting dan membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat. Data yang kita berikan hari ini akan menjadi fondasi dalam merumuskan berbagai kebijakan pembangunan ke depan," kata Khofifah.

 

Ia mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan data yang benar, lengkap, dan jujur kepada petugas sensus.

 

"Semakin lengkap dan akurat data yang diberikan, semakin baik pula manfaat yang dapat dihasilkan untuk mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

 

Khofifah menjelaskan, Sensus Ekonomi yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali memiliki nilai strategis karena menghasilkan peta terkini kondisi perekonomian masyarakat, mulai dari struktur usaha hingga perkembangan sektor ekonomi nonpertanian.

 

Menurutnya, data yang valid akan menjadi dasar penting dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi berbagai program pemerintah, baik di tingkat daerah maupun nasional.

 

"Kalau kita ingin setiap bantuan sosial benar-benar tepat sasaran, meminimalkan inclusion error maupun exclusion error, maka salah satu pintu masuknya adalah data yang akurat melalui Sensus Ekonomi. Selanjutnya akan dilakukan proses verifikasi dan validasi sehingga kualitas datanya semakin baik," tegasnya.

 

Khofifah juga mengingatkan masyarakat agar tidak ragu menerima petugas sensus yang datang dari rumah ke rumah selama pelaksanaan pendataan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

 

Sementara itu, Plt. Kepala BPS Provinsi Jawa Timur Herum Fajarwati menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Gubernur Khofifah terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

 

Menurut Herum, hingga saat ini sekitar 10 persen target pendataan di Jawa Timur telah berhasil diselesaikan. Untuk menyukseskan sensus tersebut, BPS melibatkan 41.538 petugas yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur, dengan jumlah petugas terbanyak berada di Kabupaten Malang. Adapun di Kota Surabaya, pendataan dilakukan oleh 1.980 petugas.

 

"Alhamdulillah Ibu Gubernur sangat mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi. Dukungan ini menjadi penyemangat bagi seluruh petugas di lapangan. Kami optimistis masyarakat Jawa Timur akan memberikan data yang jujur dan lengkap sehingga seluruh target pendataan dapat diselesaikan sesuai jadwal pada akhir Agustus 2026," ujar Herum.

 

BPS berharap partisipasi aktif masyarakat akan menghasilkan data ekonomi yang berkualitas sehingga mampu menjadi pijakan dalam penyusunan kebijakan pembangunan, pengembangan dunia usaha, pemberdayaan UMKM, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat di Jawa Timur maupun Indonesia.

(int)