Pemprov Jatim Ubah Arah Bansos Jadi Program Pemberdayaan

pemerintahan | 25 Mei 2026 07:33

Pemprov Jatim Ubah Arah Bansos Jadi Program Pemberdayaan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kiri) didampingi Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati (kanan) menyalurkan bantuan sosial secara simbolis pada program Sapa Bansos 2026 di Balai Kota Kediri, Jawa Timur. (dok antara)

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai mengubah arah kebijakan bantuan sosial (bansos) dari sekadar bantuan konsumtif menjadi program pemberdayaan masyarakat. Langkah itu dilakukan agar bansos tidak hanya membantu warga bertahan hidup, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi penerima.

 

Sepanjang 2026, berbagai program bansos terus digulirkan di sejumlah daerah di Jawa Timur. Bantuan diberikan kepada lansia, penyandang disabilitas, buruh rentan, hingga masyarakat desa melalui berbagai skema perlindungan sosial. Dilansir dari antaranews.com, Senin, (25/5/2026).

 

Di Kediri, misalnya, lansia penerima Program Keluarga Harapan (PKH) Plus menerima bantuan untuk menopang kebutuhan sehari-hari. Sementara di Tuban, bantuan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau disalurkan kepada buruh pabrik rokok yang terdampak tekanan ekonomi.

 

Selain itu, bantuan alat bantu untuk penyandang disabilitas juga disalurkan di sejumlah daerah sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kelompok rentan.