Jemaah Haji Dilarang Bawa Air Zamzam di Koper, Akan Diberikan Lima Liter Saat Tiba di Tanah Air

pemerintahan | 02 Juni 2026 08:52

Jemaah Haji Dilarang Bawa Air Zamzam di Koper, Akan Diberikan Lima Liter Saat Tiba di Tanah Air
Jemaah haji tengah melakukan tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. (dok suarasurabaya)

SURABAYA, PustakaJC.co – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI kembali mengingatkan seluruh jemaah haji Indonesia agar tidak membawa air zamzam di dalam koper bagasi maupun kabin selama proses kepulangan dari Arab Saudi.

 

Larangan tersebut diberlakukan untuk memastikan kelancaran pemeriksaan keamanan di bandara serta memenuhi ketentuan penerbangan internasional yang berlaku. Dilansir dari suarasurabaya.net, (2/6/2026).

 

Juru Bicara Kemenhaj RI, Maria Assegaff, menegaskan bahwa aturan tersebut wajib dipatuhi seluruh jemaah. Menurutnya, membawa air zamzam di dalam koper dapat menghambat proses pemeriksaan bagasi dan berpotensi menimbulkan kendala saat keberangkatan.

 

“Kami menegaskan kembali kepada seluruh jemaah agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun koper kabin. Hal itu merupakan pelanggaran terhadap aturan penerbangan dan dapat mengganggu kelancaran proses pemeriksaan di bandara,” ujarnya.

 

 

Sebagai pengganti, pemerintah telah menyiapkan distribusi resmi air zamzam bagi seluruh jemaah haji Indonesia. Setiap jemaah akan menerima satu galon air zamzam berisi lima liter di debarkasi setelah tiba di Tanah Air.

 

“Air zamzam sudah disiapkan melalui mekanisme resmi. Setiap jemaah akan menerima satu galon berisi lima liter di debarkasi masing-masing, sehingga tidak perlu membawa zamzam di dalam koper,” jelas Maria.

 

Penegasan tersebut disampaikan seiring dimulainya pemulangan jemaah haji gelombang pertama melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah.

 

Selain mengingatkan larangan membawa air zamzam, pemerintah juga meminta jemaah memperhatikan batas berat bagasi, menjaga dokumen penting seperti paspor dan kartu identitas, serta memastikan obat-obatan pribadi mudah dijangkau selama perjalanan.

 

Di sisi lain, jemaah juga diimbau menjaga kondisi kesehatan mengingat suhu udara di Makkah masih cukup tinggi. Mereka diminta memperbanyak konsumsi air putih, beristirahat yang cukup, dan tidak memaksakan diri melakukan aktivitas berlebihan menjelang kepulangan ke Indonesia. (ivan)