Sebagai pengganti, pemerintah telah menyiapkan distribusi resmi air zamzam bagi seluruh jemaah haji Indonesia. Setiap jemaah akan menerima satu galon air zamzam berisi lima liter di debarkasi setelah tiba di Tanah Air.
“Air zamzam sudah disiapkan melalui mekanisme resmi. Setiap jemaah akan menerima satu galon berisi lima liter di debarkasi masing-masing, sehingga tidak perlu membawa zamzam di dalam koper,” jelas Maria.
Penegasan tersebut disampaikan seiring dimulainya pemulangan jemaah haji gelombang pertama melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah.
Selain mengingatkan larangan membawa air zamzam, pemerintah juga meminta jemaah memperhatikan batas berat bagasi, menjaga dokumen penting seperti paspor dan kartu identitas, serta memastikan obat-obatan pribadi mudah dijangkau selama perjalanan.
Di sisi lain, jemaah juga diimbau menjaga kondisi kesehatan mengingat suhu udara di Makkah masih cukup tinggi. Mereka diminta memperbanyak konsumsi air putih, beristirahat yang cukup, dan tidak memaksakan diri melakukan aktivitas berlebihan menjelang kepulangan ke Indonesia. (ivan)