Peringatan Harkitnas 2026, Pemkot Surabaya Dorong Transformasi Digital dan Perlindungan Anak

pemerintahan | 20 Mei 2026 17:59

Peringatan Harkitnas 2026, Pemkot Surabaya Dorong Transformasi Digital dan Perlindungan Anak
(Dok Pemkot Surabaya)

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Taman Surya, Balai Kota Surabaya, Rabu (20/5/2026). Upacara berlangsung khidmat dengan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji bertindak sebagai inspektur upacara.

“Budi Utomo menjadi tonggak lahirnya kesadaran kolektif bangsa untuk bergerak bersama demi cita-cita kemerdekaan dan kemajuan,” ujar Armuji. Demikian dikutip dari surabaya.go.id, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan tersebut diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Surabaya serta seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Surabaya.

Dalam kesempatan itu, Armuji membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. Ia mengajak seluruh peserta upacara meneladani semangat kebangkitan nasional yang lahir melalui organisasi Budi Utomo pada 20 Mei 1908.

Menurutnya, momentum tersebut menjadi titik awal kesadaran bangsa Indonesia untuk bersatu melalui pemikiran dan organisasi, meninggalkan perjuangan yang bersifat kedaerahan.

Ia menegaskan, kebangkitan nasional harus dimaknai sebagai upaya berkelanjutan untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati diri bangsa.

Armuji menyebut bahwa pada 2026 tantangan bangsa tidak lagi sebatas persoalan kedaulatan wilayah, tetapi juga mencakup ketahanan informasi dan percepatan transformasi digital.

Dalam amanat tersebut juga disoroti pentingnya perlindungan terhadap generasi muda di ruang digital, salah satunya melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak.

Regulasi itu mengatur pembatasan akses media sosial yang berisiko bagi anak di bawah usia 16 tahun agar mereka dapat tumbuh di lingkungan digital yang sehat dan aman.

“Anak-anak sebagai tunas bangsa harus mendapatkan ruang digital yang sesuai dengan usia dan perkembangan mereka,” tegasnya.

Di akhir amanat, Armuji mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari akademisi, praktisi, hingga generasi muda, untuk terus menyalakan semangat kebangkitan nasional.

Ia menekankan pentingnya memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan memastikan pembangunan berjalan untuk kepentingan seluruh rakyat.

“Selamat Hari Kebangkitan Nasional ke-118. Mari bersama menjaga tunas bangsa demi kedaulatan negara,” pungkasnya. (frchn)