SURABAYA, PustakaJC.co — Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Peringatan Hari Konsumen Nasional (Harkonas) 2026 sebagai momentum strategis untuk memperkuat peran konsumen dalam mendorong ekonomi yang berdaya, transparan, dan berkeadilan.
Hal itu disampaikan dalam peringatan Harkonas bertema “Perlindungan Konsumen Menuju Indonesia Emas” di Surabaya, Senin, (20/4/2026).
Khofifah menegaskan, konsumen yang cerdas, kritis, dan terlindungi merupakan fondasi utama bagi perekonomian yang kuat sekaligus kunci menuju visi Indonesia Emas.
“Hari Konsumen Nasional bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk meneguhkan bahwa konsumen berdaya dan terlindungi adalah penguat ekonomi,” ujar Khofifah.
Ia menyebut, komitmen Pemprov Jatim dalam meningkatkan keberdayaan konsumen tercermin dari tren positif Indeks Keberdayaan Konsumen (IKK).
Pada 2022, IKK Jatim berada di angka 55,40, meningkat menjadi 59,17 pada 2023, naik lagi ke 62,68 pada 2024, dan mencapai 66,34 pada 2025.
“Ini menunjukkan konsumen Jawa Timur semakin sadar hak dan kewajibannya serta semakin selektif dalam menentukan pilihan,” jelasnya.
Menurut Khofifah, penguatan konsumen juga menjadi faktor strategis dalam mendukung posisi Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara. Tidak hanya sebagai pusat distribusi dan perdagangan, tetapi juga wilayah dengan masyarakat yang adaptif terhadap perkembangan digital dan kritis terhadap produk serta jasa.
“Konsumen yang cerdas akan mendorong pelaku usaha lebih bertanggung jawab, inovatif, dan berdaya saing,” tegasnya.
Ia menambahkan, perlindungan konsumen merupakan pilar penting dalam membangun kepercayaan publik. Ketika konsumen merasa aman, tingkat kepercayaan dalam bertransaksi meningkat dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi.
“Kepercayaan adalah modal utama ekonomi. Karena itu, perlindungan konsumen harus diperkuat melalui regulasi, edukasi, dan pengawasan berkelanjutan,” katanya.
Di tengah pesatnya ekonomi digital, Khofifah juga menekankan pentingnya peningkatan literasi konsumen agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu bersikap kritis terhadap berbagai layanan digital.
“Literasi konsumen harus terus diperkuat agar masyarakat benar-benar berdaya,” imbuhnya.
Ia menegaskan, capaian peningkatan IKK tidak lepas dari sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Kolaborasi ini dinilai menjadi kunci menciptakan ekosistem perlindungan konsumen yang efektif.
“Sinergi harus terus diperkuat agar perlindungan konsumen semakin optimal dan perdagangan berjalan transparan serta akuntabel,” ujarnya.
Di akhir, Khofifah mengajak masyarakat menjadikan Harkonas sebagai refleksi bersama akan pentingnya peran konsumen dalam pembangunan.
“Momentum ini harus kita manfaatkan untuk memperkuat konsumen berdaya sebagai fondasi Jawa Timur menuju Indonesia Emas yang maju, adil, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (ivan)