SURABAYA, PustakaJC.co – Kabupaten Lumajang kembali menorehkan prestasi di sektor pariwisata dan kebudayaan. Event budaya Segoro Topeng Kaliwungu kembali terpilih sebagai bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026, memperkuat posisi Lumajang sebagai salah satu destinasi unggulan wisata budaya di Indonesia.
Mengusung tema "Lamajang: The Land of Glory", festival yang digelar pada 27-28 Juni 2026 di Pantai Watu Pecak ini memadukan pertunjukan kolosal Tari Topeng Kaliwungu dengan panorama pesisir selatan Lumajang yang eksotis.
Segoro Topeng Kaliwungu merupakan event budaya yang mengangkat kekayaan tradisi lokal melalui pertunjukan ratusan penari yang membawakan Tari Topeng Kaliwungu, warisan budaya khas Desa Kaliwungu, Kecamatan Tempeh.
Tari Topeng Kaliwungu sendiri telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Kabupaten Lumajang, sekaligus menjadi identitas budaya masyarakat setempat yang terus dijaga secara turun-temurun.
Nama Segoro Topeng merepresentasikan perpaduan dua kekuatan utama. "Segoro" melambangkan keindahan Samudera Hindia yang membentang di pesisir selatan Lumajang, sedangkan "Topeng" mencerminkan kekayaan nilai budaya dan tradisi masyarakat.
Perpaduan tersebut menghadirkan pertunjukan budaya yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga warisan leluhur sebagai identitas bangsa.
Festival ini pertama kali digelar dalam skala besar pada 2022 sebagai bagian dari strategi promosi pariwisata berbasis budaya yang mengangkat potensi lokal Lumajang ke tingkat nasional.
Daya tarik utama festival terletak pada penampilan Tari Topeng Getak Kaliwungu, tarian tradisional yang diciptakan seniman Desa Kaliwungu, Sanemo atau yang dikenal sebagai Mbah Nemo.
Tarian tersebut merupakan hasil akulturasi budaya Jawa dan Madura yang dikenal sebagai budaya pendalungan. Hingga kini, kesenian tersebut tetap lestari melalui pewarisan dari generasi ke generasi.
Pada 2021, Tari Topeng Getak Kaliwungu ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Keunikan lainnya terletak pada topeng asli peninggalan Mbah Nemo yang dipercaya memiliki nilai sakral sehingga penggunaannya tidak dapat dilakukan sembarangan dan harus melalui tata cara tertentu sebelum dipakai dalam pertunjukan.
Selain menyuguhkan atraksi budaya, penyelenggaraan Segoro Topeng Kaliwungu juga menjadi bagian dari upaya memperkuat promosi pariwisata Lumajang melalui kolaborasi seni, budaya, dan keindahan alam.
Pantai Watu Pecak dipilih sebagai lokasi utama karena mampu menghadirkan pengalaman berbeda bagi wisatawan, terutama saat pertunjukan berlangsung dengan latar matahari terbenam di pesisir selatan.
Masuknya Segoro Topeng Kaliwungu dalam kalender Kharisma Event Nusantara 2026 diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, menggerakkan ekonomi masyarakat, sekaligus memperkuat pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia. (int)