House of Sampoerna Surabaya, Jejak Bangunan Bersejarah dari Panti Asuhan hingga Museum Kretek

wisata | 20 Mei 2026 20:10

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Bangunan Bersejarah dari Panti Asuhan hingga Museum Kretek
(dok radarsurabaya)

SURABAYA, PustakaJC.co – Di kawasan bersejarah Surabaya Utara, berdiri megah House of Sampoerna, salah satu bangunan cagar budaya yang menyimpan perjalanan panjang Kota Pahlawan. Sebelum dikenal sebagai museum kretek dan destinasi wisata heritage, gedung ini telah mengalami berbagai perubahan fungsi selama lebih dari satu setengah abad, Rabu (20/5/2026).

Pegiat sejarah Surabaya, Nur Setiawan, menjelaskan bahwa bangunan tersebut didirikan sekitar tahun 1862 hingga 1864 pada masa kolonial Belanda. Pada awalnya, gedung itu digunakan sebagai panti asuhan bagi anak-anak terlantar yang dikelola lembaga JWI.

“Awalnya bangunan ini difungsikan sebagai panti asuhan anak,” ujar Nur Setiawan. Demikian dikutip dari radarsurabaya.jawapos.com, Rabu (20/5/2026).

Pada 1912, panti asuhan tersebut dipindahkan ke lokasi lain. Gedung kemudian beralih fungsi menjadi tempat pertunjukan seni dan teater yang menjadi pusat hiburan masyarakat Eropa yang bermukim di Surabaya kala itu.

Bangunan bergaya arsitektur neo-klasik tersebut dikenal memiliki pilar-pilar besar di bagian depan dan ruang interior yang luas. Kemegahannya menjadikan gedung ini sebagai salah satu bangunan penting di kawasan Surabaya Lama.

“Arsitekturnya neo-klasik, tampak megah dari luar dan sangat luas di bagian dalam,” katanya.

Terdapat pula kisah yang menyebut komedian legendaris dunia, Charlie Chaplin, pernah singgah di gedung tersebut ketika masih berfungsi sebagai pusat hiburan kolonial.

Memasuki era 1930-an, gedung ini dibeli oleh Liem Seeng Tee, pendiri perusahaan rokok Sampoerna. Sejak saat itu, bangunan dimanfaatkan sebagai lokasi produksi sekaligus gudang rokok kretek.

Pada 2003, House of Sampoerna resmi dibuka sebagai museum yang menampilkan sejarah industri kretek serta perjalanan keluarga pendiri perusahaan tersebut.

Selain menyuguhkan koleksi sejarah, House of Sampoerna juga sempat menawarkan tur kota gratis yang mengajak wisatawan menelusuri kawasan heritage Surabaya.

Namun sejak pandemi Covid-19, aktivitas wisata di tempat tersebut berangsur menurun. Meski tak seramai sebelumnya, House of Sampoerna tetap menjadi saksi perjalanan sejarah Surabaya, mulai dari panti asuhan, gedung pertunjukan, pabrik rokok, hingga museum yang kini dikenal luas oleh masyarakat. (frchn)