Sementara itu, Kepala KSOP Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun, optimistis program tersebut mampu meningkatkan efisiensi operasional pelabuhan. Ia menilai, percepatan layanan kapal akan berdampak langsung pada peningkatan arus logistik, volume petikemas, serta pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur.
“Tugas utama KSOP adalah memperlancar arus barang dan orang. Oleh karena itu, kami terus mencari inovasi untuk meningkatkan layanan. Dengan program EAZI, operasional kapal menjadi lebih efisien dan akuntabel,” ucapnya.
Melalui program ini, waktu transisi kapal dari lepas sandar hingga kembali sandar yang sebelumnya memakan waktu hingga enam jam, kini ditargetkan turun drastis menjadi maksimal dua jam.