Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, menegaskan bahwa kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Ia menyebut, implementasi EAZI telah memberikan dampak nyata berupa penurunan waktu ship to ship dan port stay kapal.
“Langkah ini menjadi bagian dari pengembangan ekosistem smart port di Terminal Teluk Lamong,” tambahnya.
Selain itu, layanan diperkuat melalui integrasi sistem pelaporan real time antara Inaportnet milik Kementerian Perhubungan dan platform digital Phinnisi milik Pelindo. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari pengembangan ekosistem smart port di Terminal Teluk Lamong.