Gedung PTPN XI Surabaya, Warisan Kolonial yang Menjadi Saksi Perjuangan Kemerdekaan

wisata | 03 April 2026 11:49

Gedung PTPN XI Surabaya, Warisan Kolonial yang Menjadi Saksi Perjuangan Kemerdekaan
Gedung PT Perkebunan Nusantaran (PTPN) XI dulunya digunakan oleh HVA (Handels Vereeniging Amsterdam). Pada masa pendudukan Jepang, gedung ini digunakan sebagai Tobu Jawa Boetai (Markas Tentara Jepang). Kemudian gedung ini digunakan sebagai Markas Komando Militer Djawa Timur, tempat perundingan kedua antara Brigjend Mallaby dan Dr Moestopo.  (dok tribunjatim) 

Dari sisi arsitektur, gedung ini memiliki denah berbentuk huruf U dengan struktur kokoh yang dibangun menggunakan ribuan meter kubik beton. Desain tropisnya memungkinkan sirkulasi udara optimal, terlihat dari jendela besar yang dilengkapi pelindung hujan. Ornamen bangunan juga menampilkan perpaduan gaya Eropa dengan relief khas Jawa yang terinspirasi dari candi-candi di Jawa Timur.


Keunikan dan nilai sejarah yang tinggi membuat gedung ini ditetapkan sebagai cagar budaya yang tetap terjaga keasliannya. Lebih dari sekadar bangunan, Gedung PTPN XI menjadi simbol transformasi bangsa dari masa kolonial menuju kedaulatan.


Saat ini, gedung tersebut tidak hanya difungsikan sebagai kantor, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata sejarah. Berbagai program edukasi, tur tematik, hingga produksi dokumenter kerap memanfaatkan lokasi ini sebagai sarana pembelajaran sejarah bagi masyarakat.