SURABAYA, PustakaJC.co — Penerapan sistem pembayaran parkir non tunai di kawasan Taman Bungkul mendapat respons positif dari masyarakat. Warga Surabaya maupun pendatang kini lebih memilih menggunakan QRIS karena dinilai lebih praktis, cepat, dan transparan dibandingkan metode tunai. Minggu, (19/4/2026).
Sejumlah pengunjung mengaku tidak perlu lagi menyiapkan uang receh saat parkir. Selain itu, sistem digital dianggap mampu meminimalisir praktik kecurangan, seperti tarif tidak resmi maupun keberadaan juru parkir liar yang merugikan pengguna jasa.
Risky (38), salah satu pengunjung, menilai pembayaran parkir menggunakan QRIS memberikan kepastian terkait besaran tarif dan tujuan uang yang dibayarkan. Ia mengaku pernah mengalami kejadian tidak menyenangkan saat dimintai biaya parkir tanpa karcis oleh oknum juru parkir di ruas jalan umum.
“Dengan sistem digital, setidaknya kita tahu uang yang dibayar itu jelas dan tercatat. Tidak ada lagi tarif yang ditentukan sepihak,” ujarnya.