Gus Awis

Mufasir Pesantren yang Menjaga Warisan dan Menjawab Tantangan Zaman

tokoh | 30 Mei 2026 08:28

Mufasir Pesantren yang Menjaga Warisan dan Menjawab Tantangan Zaman
Kiai Muhammad Afifuddin Dimyathi. (dok nuonline)

 

 

Metode ini menunjukkan komitmennya terhadap tradisi tafsir klasik, sekaligus membuka ruang dialog dengan kebutuhan intelektual umat masa kini.

 

Tidak hanya berhenti pada kajian tekstual, Gus Awis juga merespons isu-isu kontemporer. Salah satunya adalah konsep keadilan restoratif (restorative justice), yang ia hubungkan dengan nilai ishlah dan diyat dalam Al-Qur’an, khususnya Surah Al-Baqarah ayat 178–179.

 

Pendekatan ini menunjukkan upaya menghubungkan nilai-nilai Al-Qur’an dengan sistem hukum modern tanpa melepaskan akar teologisnya.

 

Dalam metodologi tafsirnya, Gus Awis menegaskan bahwa hadis memiliki posisi penting sebagai penjelas Al-Qur’an. Ia bahkan menghimpun hadis-hadis tafsir shahih dari Shahih Bukhari dan Shahih Muslim dalam satu karya khusus untuk memudahkan para pelajar memahami makna ayat.