SURABAYA, PustakaJC.co - Gerimis tipis turun di halaman PT Gelora Djaja (Wismilak Group), sore itu. Langit belum gelap, kursi-kursi sudah mulai terisi, dan dari dalam ruangan terdengar lantunan musik mengalun pelan. Acara belum dimulai.
Di sela waktu itulah, Kepala Dinas Sosial Jawa Timur, Restu Novi Widiani, berbicara tentang satu hal yang lebih besar dari sekadar agenda hari itu, makna menjadi perempuan di era Kartini hari ini.
Hari itu, Jawa Timur bersiap menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) bagi buruh pabrik rokok lintas wilayah, sekaligus penguatan program Kewirausahaan Inklusif Produktif Putri Jawara 2026.
Namun bagi Novi, momen ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah refleksi panjang perjuangan perempuan sejak era Raden Ajeng Kartini.
“Sekarang ruang sudah terbuka. Perempuan bisa menjadi apa saja. Tinggal kita sendiri, mau melangkah atau tidak,” ujarnya kepada Jurnalis PustakaJC.co, Selasa, (21/4/2026).