
Sore makin turun. Lampu-lampu ruangan mulai menyala. Aktivitas di perpustakaan belum juga sepi.
Di balik jabatan, Tiat tak menampik tantangan terbesar perempuan karier: waktu.
“Keseimbangan antara rumah dan kantor itu tantangan utama. Waktu harus diatur, tapi yang lebih penting adalah kualitasnya,” jelasnya.
Baginya, menjadi pemimpin bukan sekadar soal keputusan, tapi juga soal kepekaan. Ia menyebut empati, ketelitian, dan kemampuan multitasking sebagai kekuatan khas perempuan dalam sektor publik.
“Perempuan itu lebih persuasif. Tidak langsung memutuskan, tapi membangun komunikasi dulu,” ujarnya.