SURABAYA, PustakaJC.co - KH Hasyim Asy’ari dikenal sebagai ulama besar yang berhasil memadukan nilai spiritual Islam dengan semangat kebangsaan. Pemikirannya yang tertuang dalam Muqaddimah Qanun Asasi menjadi fondasi penting bagi perjalanan Nahdlatul Ulama sekaligus memberi pengaruh besar terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Lahir di Desa Gedang, Jombang pada 14 Februari 1871, Kiai Hasyim tumbuh dalam lingkungan pesantren yang kuat. Sejak muda, beliau dikenal memiliki kecintaan mendalam terhadap ilmu agama hingga melakukan rihlah ilmiah ke Makkah pada usia sekitar 21 tahun. Dilansir dari nu.or.id, Sabtu, (16/5/2026).
Perjalanan intelektual di Tanah Suci membentuk karakter spiritual dan kepemimpinannya. Sepulang ke Indonesia, Kiai Hasyim mengabdikan hidup untuk dakwah, pendidikan, dan membangun kesadaran umat melalui pesantren.
Pengaruh besar beliau membuat pemerintah kolonial Belanda hingga Jepang terus mengawasi gerak-geriknya. Bahkan saat pendudukan Jepang, Kiai Hasyim pernah dipenjara karena menolak melakukan Seikerei atau penghormatan kepada Kaisar Jepang yang dianggap bertentangan dengan akidah Islam.