SURABAYA, PustakaJC.co — Sore mulai merambat pelan di kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Timur. Cahaya matahari yang menipis masuk lewat jendela kaca, memantul di rak-rak buku yang tersusun rapi. Di sudut ruang, aktivitas tak benar-benar berhenti. Beberapa pengunjung masih tekun membaca, sebagian lain berdiskusi pelan.
Di tengah suasana itu, Kepala Disperpusip Jatim, Tiat S. Suwardi, berbicara tentang satu nama yang tak lekang oleh waktu: Raden Ajeng Kartini.
Bagi Tiat, Kartini bukan sekadar tokoh sejarah. Ia adalah simbol kesempatan.
“Maknanya sederhana tapi kuat. Perempuan dan laki-laki punya kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan dan pengetahuan. Tidak ada diskriminasi gender,” ujar Tiat S. Suwardi kepada jurnalis PustakaJC.co, Senin, (20/4/2026).