SURABAYA, PustakaJC.co – PT Pertamina Niaga memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) subsidi di seluruh wilayah Jawa Timur dalam kondisi aman. Berbagai langkah mitigasi juga terus dilakukan untuk mempercepat distribusi dan mengurai antrean panjang di sejumlah SPBU yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Pertamina menegaskan penyaluran BBM subsidi tetap dilakukan sesuai kuota dan peruntukan yang telah ditetapkan pemerintah, baik untuk Biosolar maupun Pertalite.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan, peningkatan konsumsi BBM subsidi di Jawa Timur mendorong Pertamina melakukan berbagai strategi percepatan distribusi agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
"Sebagai informasi per bulan Juni ini sendiri, realisasi di Jawa Timur untuk produk Biosolar sudah melebihi 100 persen dari kuota berjalan dan 96 persen untuk produk Pertalite. Pertamina telah berkoordinasi dengan pemerintah terkait dan paralel melaksanakan mitigasi percepatan pemenuhan penyaluran dengan adanya kondisi peningkatan konsumsi di tengah masyarakat," ujar Ahad, Jumat (26/6).
Menurut Ahad, Pertamina memprioritaskan pengiriman BBM dari Terminal BBM utama maupun melakukan alih suplai dari terminal terdekat untuk mempercepat distribusi ke wilayah yang mengalami lonjakan permintaan.
Selain itu, Pertamina juga menerapkan skema double alih suplai guna menambah volume distribusi harian sehingga kebutuhan BBM masyarakat dapat segera terpenuhi.
"Sebagai upaya mendorong percepatan penyaluran, per hari ini juga telah dilaksanakan mitigasi tambahan melalui double alih suplai, sehingga BBM yang dikirimkan semakin bertambah untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan energi bagi masyarakat," katanya.
Mobil tangki distribusi juga diprioritaskan menuju wilayah dengan tingkat permintaan tertinggi dan daerah yang mengalami antrean panjang.
"Mobil tangki dimaksimalkan dengan skala prioritas pengiriman ke wilayah dengan kendala pasokan dan demand tertinggi. Dengan segala mitigasi ini diharapkan dapat segera mengurai antrean dan kondisi penyaluran kembali normal," tambahnya.
Pertamina juga terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi pasokan dan distribusi BBM di lapangan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan operasional.
Perusahaan pelat merah tersebut turut menjelaskan perbedaan antara kuota dan stok BBM. Kuota merupakan volume penugasan pemerintah yang harus disalurkan selama satu tahun, sedangkan stok adalah ketersediaan fisik BBM yang tersedia untuk didistribusikan.
Pertamina memastikan stok Biosolar di Jawa Timur tetap tersedia dan distribusi akan terus dioptimalkan agar kuota yang telah ditetapkan pemerintah dapat memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun.
Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai layanan maupun produk Pertamina dapat menghubungi Pertamina Call Center 135. (int)