Pertamina Prioritaskan Distribusi BBM Subsidi di Jatim, Siapkan Mitigasi untuk Urai Antrean SPBU

pemerintahan | 27 Juni 2026 11:54

Pertamina Prioritaskan Distribusi BBM Subsidi di Jatim, Siapkan Mitigasi untuk Urai Antrean SPBU
Foto ilustrasi

SURABAYA, PustakaJC.co – PT Pertamina Patra Niaga memastikan penyaluran BBM subsidi di seluruh wilayah Jawa Timur tetap aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Kepastian itu disampaikan menyusul munculnya antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU dalam sepekan terakhir, khususnya untuk BBM subsidi jenis Biosolar dan Pertalite.

Dilansir dari suarasurabaya.net, Jumat, 26 Juni 2026, Pertamina menegaskan penyaluran BBM subsidi tetap dilakukan sesuai peruntukan, kuota penugasan pemerintah, serta melalui titik layanan resmi yang telah ditetapkan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan peningkatan konsumsi masyarakat menjadi salah satu faktor yang mendorong percepatan distribusi BBM di Jawa Timur.

"Sebagai informasi per bulan Juni ini sendiri, realisasi di Jawa Timur untuk produk Biosolar sudah melebihi 100 persen dari kuota berjalan dan 96 persen untuk produk Pertalite. Pertamina telah berkoordinasi dengan pemerintah terkait dan paralel melaksanakan mitigasi percepatan pemenuhan penyaluran dengan adanya kondisi peningkatan konsumsi di tengah masyarakat," ujar Ahad Rahedi, **Jumat (26/6/2026).

Untuk mengatasi antrean di sejumlah SPBU, Pertamina menerapkan berbagai langkah mitigasi. Di antaranya memprioritaskan pengiriman dari Terminal BBM sebagai titik suplai utama, melakukan alih suplai dari terminal terdekat, hingga menambah distribusi melalui skema double alih suplai.

Ahad menambahkan, optimalisasi armada mobil tangki juga dilakukan dengan skala prioritas ke wilayah yang mengalami kendala pasokan maupun memiliki tingkat konsumsi tertinggi.

"Seluruh upaya mitigasi terus kami lakukan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Kami juga terus melakukan pemantauan pasokan dan distribusi di lapangan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dalam setiap aktivitas operasional," kata Ahad Rahedi.

Sementara itu, Suara Surabaya pada Sabtu, 27 Juni 2026, melaporkan antrean kendaraan di sejumlah SPBU wilayah Surabaya dan Sidoarjo masih terjadi hingga pagi hari. Antrean yang didominasi truk dan kendaraan pribadi bahkan dilaporkan mengular hingga ke badan jalan dan memicu kemacetan di beberapa titik.

Pertamina menegaskan bahwa kuota BBM subsidi berbeda dengan stok. Kuota merupakan alokasi penugasan pemerintah selama satu tahun, sedangkan stok adalah ketersediaan fisik BBM di lapangan. Saat ini stok Biosolar dipastikan masih tersedia dan distribusi terus dioptimalkan agar kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun dapat terpenuhi. (pstk01)