SURABAYA, PustakaJC.co — Harga telur ayam ras di Jawa Timur terus mengalami tekanan tajam dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini membuat peternak di sejumlah daerah sentra produksi seperti Blitar, Tulungagung, hingga Trenggalek menjerit karena mengalami kerugian.
Pemerintah pun turun tangan dengan meminta Badan Gizi Nasional (BGN) menyerap kelebihan produksi telur untuk menahan laju penurunan harga di tingkat peternak. Dilansir dari suarasurabaya.net, Jumat, (5/6/2026).
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, langkah intervensi dilakukan agar harga kembali stabil dan tidak merugikan peternak kecil.
“Kemarin ada beberapa daerah terutama di Jawa Timur, di Blitar itu harga telur turun. Kita sudah berkoordinasi dengan kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bahwa SPPG di daerah tersebut diwajibkan menyerap telur,” kata Budi di Jakarta, Kamis, (4/6/2026).