Harga Telur Jatuh Bebas di Jatim, Peternak Merugi BGN Jadi Harapan

pemerintahan | 05 Juni 2026 08:08

Harga Telur Jatuh Bebas di Jatim, Peternak Merugi BGN Jadi Harapan
Budi Santoso Menteri Perdagangan di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta. (dok suarasurabaya)

 

Menurutnya, mekanisme penyerapan ini menjadi salah satu opsi untuk mengurangi kelebihan pasokan yang saat ini terjadi di pasar.

 

Di lapangan, peternak ayam petelur mengaku terpukul akibat harga jual yang terus berada di bawah biaya produksi. Harga pokok produksi (HPP) berada di kisaran Rp23.000 per kilogram, namun harga jual hanya Rp20.000–Rp21.000 per kilogram.

 

Selisih tersebut membuat peternak merugi sekitar Rp2.000 per kilogram telur yang terjual.

 

Kondisi ini bahkan memicu aksi simbolik dari peternak di Blitar yang sempat membagikan sekitar 1 juta butir telur gratis kepada masyarakat sebagai bentuk protes atas anjloknya harga.

 

Pemerintah mencatat produksi telur nasional saat ini mengalami surplus sekitar 12–20 persen. Kondisi ini membuat tekanan harga tidak terhindarkan apabila tidak diimbangi dengan serapan pasar yang optimal.