Puluhan Ribu Warga Padati Masjid Al Akbar, Khofifah Gaungkan Semangat Hijrah Menuju Hidup Lebih Berkualitas

pemerintahan | 16 Juni 2026 19:50

Puluhan Ribu Warga Padati Masjid Al Akbar, Khofifah Gaungkan Semangat Hijrah Menuju Hidup Lebih Berkualitas
Dok biro adpim jatim

SURABAYA, PustakaJC.co - Puluhan ribu masyarakat memadati kawasan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya untuk mengikuti Jalan Sehat 1 Muharram 1448 Hijriah bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Selasa (16/6) pagi.

 

Kehadiran Khofifah di tengah-tengah peserta disambut antusias masyarakat. Gubernur Jawa Timur itu tampak membaur, menyapa peserta, melayani warga yang ingin bersalaman hingga berfoto bersama.

 

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah mengajak masyarakat menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai sarana refleksi diri sekaligus memperkuat semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih damai, produktif dan berkualitas.

 

Menurutnya, makna hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan fisik, tetapi juga transformasi menuju kehidupan yang lebih baik dalam berbagai aspek.

 

"Hijrah yang dicontohkan Rasulullah SAW bukan hanya perpindahan fisik dari satu tempat ke tempat lain, tetapi transformasi menuju kualitas kehidupan yang lebih mulia," kata Khofifah.

 

Ia menjelaskan, semangat hijrah dapat diwujudkan melalui perubahan sikap dari pesimisme menjadi optimisme, dari individualisme menuju kepedulian sosial, hingga dari kemalasan menuju produktivitas.

 

Selain itu, hijrah juga dapat dimaknai sebagai perubahan menuju pola hidup yang lebih sehat dan berkualitas demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Karena itu, menurut Khofifah, kegiatan jalan sehat yang digelar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam memiliki makna yang sangat relevan dengan nilai-nilai hijrah.

 

Khofifah mengatakan jalan sehat bukan sekadar aktivitas olahraga, melainkan simbol perjalanan bersama menuju kehidupan yang lebih sehat, lebih kuat dan lebih produktif.

 

"Setiap langkah yang kita ayunkan hari ini adalah bentuk syukur atas nikmat kesehatan yang Allah SWT anugerahkan kepada kita," ujarnya.

 

Ia menegaskan kesehatan merupakan modal utama dalam beribadah, bekerja, belajar, berkarya hingga membangun keluarga dan bangsa.

 

Lebih jauh, Khofifah menyebut pembangunan Jawa Timur tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur maupun peningkatan investasi semata.

 

Menurutnya, kualitas sumber daya manusia menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Jawa Timur yang maju, berdaya saing dan sejahtera.

 

Masyarakat yang sehat, kata dia, akan lebih produktif, kreatif, adaptif serta mampu menghadapi berbagai tantangan zaman yang terus berkembang.

 

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat berbagai program pembangunan manusia mulai dari peningkatan layanan kesehatan, percepatan penurunan stunting, peningkatan kualitas gizi hingga pembudayaan perilaku hidup bersih dan sehat.

 

Namun demikian, Khofifah menegaskan keberhasilan pembangunan kesehatan tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat.

 

"Keluarga harus menjadi garda terdepan dalam membangun budaya hidup sehat. Lingkungan harus menjadi ruang yang mendukung aktivitas fisik dan interaksi sosial yang positif," tegasnya.

 

Khofifah menilai tingginya antusiasme masyarakat dalam kegiatan jalan sehat tersebut menjadi bukti kuatnya modal sosial dan semangat kebersamaan yang dimiliki masyarakat Jawa Timur.

 

Menurutnya, kegiatan sederhana seperti jalan sehat mampu mengajarkan nilai kebersamaan, kedisiplinan, persaudaraan dan pentingnya menjaga kesehatan secara berkelanjutan.

 

Ia pun mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai titik awal memperkuat tekad menjadi pribadi yang lebih baik, keluarga yang lebih harmonis serta masyarakat yang lebih peduli.

 

Pada kesempatan itu, panitia juga memberikan penghargaan kepada 10 peserta dengan kostum terbaik yang mengikuti jalan sehat.

 

Sebanyak enam peserta memperoleh hadiah televisi, sementara empat peserta lainnya mendapatkan hadiah hiburan berupa telepon genggam.

 

Khofifah berharap semangat Tahun Baru Islam tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi menjadi energi kolektif dalam membangun masyarakat yang sehat, religius, produktif dan berdaya saing.

 

"Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah Lebih Baik, Hidup Lebih Sehat, Umat Lebih Kuat, Jawa Timur Semakin Hebat," pungkasnya.

(int)