SURABAYA, PustakaJC.co – Kegiatan fruit carving atau seni mengukir buah menjadi sarana edukatif sekaligus hiburan yang menarik bagi keluarga di Surabaya. Aktivitas yang melibatkan ibu dan anak ini tidak hanya mengasah kreativitas, tetapi juga melatih konsentrasi, ketelitian, serta mempererat kebersamaan dalam keluarga, Minggu (31/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, para peserta diajak mengubah buah-buahan, khususnya semangka, menjadi berbagai bentuk bunga yang artistik. Suasana penuh semangat terlihat saat para ibu dan anak bekerja sama menghasilkan karya terbaik mereka.
Salah satu peserta, Ima, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut bersama putrinya, Emily. Ia mengatakan pengalaman itu membangkitkan kembali keterampilan yang pernah dipelajarinya saat menempuh pendidikan tata boga.
“Kebetulan saya sekolah tata boga. Jadi ketika ditawari carving, langsung tertarik ikut. Memang masih agak kaku karena sudah lama tidak mempraktikkannya,” ujarnya, demikian dikutip dari radarsurabaya.jawapos.com, Minggu (31/5/2026).
Menurut Ima, putrinya yang menyukai kegiatan seni dan kerajinan tangan sangat menikmati pengalaman baru tersebut. Emily terlihat serius mengukir buah semangka hingga membentuk pola bunga yang indah.
Peserta lainnya, Neneng, juga menunjukkan antusiasme yang sama. Dengan telaten, ia mengukir semangka menggunakan pisau kecil hingga membentuk mahkota bunga. Ia mengakui teknik carving membutuhkan kesabaran dan sentuhan seni agar menghasilkan bentuk yang rapi.
“Harus sabar dan tangan tidak boleh kaku. Memang perlu ketelatenan dan latihan supaya hasilnya semakin baik,” katanya.
Neneng menambahkan, dirinya cukup familiar dengan seni menghias buah dan sayur karena kerap membuat dekorasi untuk sajian tumpeng di rumah.
Sementara itu, Chef Sheraton Hotel Surabaya, Avianto Purnama Putra, menjelaskan bahwa kemampuan carving dapat terus berkembang melalui latihan yang konsisten. Menurutnya, tidak ada aturan baku dalam teknik mengukir buah selama seseorang memiliki kemauan untuk belajar.
“Yang paling penting adalah terus berlatih. Semakin sering diasah, hasil ukiran akan semakin bagus, rapi, dan kreatif,” jelas Avianto.
Ia menilai kegiatan fruit carving sangat bermanfaat bagi anak-anak karena mampu melatih fokus, kesabaran, serta kemampuan bekerja sama dengan anggota keluarga dalam menyelesaikan sebuah karya seni.
Selain menjadi aktivitas kreatif, fruit carving juga dapat menjadi sarana mempererat hubungan antara orang tua dan anak. Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya belajar keterampilan baru, tetapi juga membangun komunikasi dan kebersamaan dalam suasana yang menyenangkan.
Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak keluarga untuk memanfaatkan waktu bersama melalui aktivitas edukatif yang mampu mengembangkan kreativitas sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak. (Frchn)