SURABAYA, PustakaJC.co - Biaya pendidikan di Indonesia terus mengalami kenaikan seiring laju inflasi. Data menunjukkan inflasi sektor pendidikan mencapai 2,38 persen pada 2024, sementara uang pangkal sekolah meningkat rata-rata 10–15 persen setiap tahun.
Kondisi tersebut membuat banyak keluarga harus memutar strategi agar pendidikan anak tetap terjamin tanpa mengganggu keuangan rumah tangga jangka panjang. Dilansir dari gresiksatu.com, Kamis, (7/5/2026).
Kenaikan biaya pendidikan terjadi di hampir seluruh jenjang, mulai sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Tantangan terbesar muncul ketika biaya pendidikan anak berbarengan dengan persiapan dana pensiun orang tua.
Strategi Menyiapkan Dana Pendidikan
1.Pisahkan Dana Pendidikan
Orang tua disarankan membuat rekening khusus untuk biaya pendidikan agar dana tidak tercampur dengan kebutuhan konsumtif sehari-hari.
2.Mulai Menabung Sejak Dini
Semakin cepat memulai, semakin ringan nominal yang harus disisihkan setiap bulan. Menyiapkan dana sejak anak lahir dinilai lebih efektif.
3.Gunakan Asuransi Jiwa Syariah
Asuransi jiwa syariah dapat menjadi perlindungan finansial jika pencari nafkah mengalami risiko seperti sakit kritis atau meninggal dunia. Sistem dana tabarru’ juga mengedepankan prinsip tolong-menolong.
4.Diversifikasi Instrumen Keuangan
Selain tabungan biasa, keluarga dapat memanfaatkan reksa dana pendidikan atau tabungan berjangka agar nilai dana berkembang lebih optimal.
Tanpa perencanaan yang matang, dana pendidikan rentan terpakai untuk kebutuhan lain. Akibatnya, beban finansial bisa menumpuk ketika anak memasuki jenjang kuliah.
Karena itu, disiplin mengatur keuangan menjadi kunci utama menghadapi inflasi pendidikan yang terus meningkat setiap tahun. (ivan)