SURABAYA, PustakaJC.co – Sarapan menjadi waktu makan terpenting untuk mengisi kembali energi tubuh setelah berpuasa semalaman. Namun, ahli gizi mengingatkan bahwa memilih menu yang kurang tepat justru dapat memicu lonjakan gula darah, meningkatkan rasa lapar, hingga menambah risiko berbagai penyakit kronis.
Mengonsumsi makanan tinggi gula, lemak jenuh, dan natrium secara rutin saat sarapan dinilai dapat berdampak buruk bagi kesehatan jantung maupun metabolisme tubuh dalam jangka panjang.
Karena itu, masyarakat dianjurkan lebih selektif memilih menu sarapan yang kaya protein, serat, vitamin, dan mineral agar tubuh tetap bertenaga sepanjang hari.
Salah satu makanan yang sebaiknya dihindari adalah daging olahan, seperti sosis, bacon, dan ham. Meski mengandung protein, makanan tersebut juga tinggi lemak jenuh dan natrium yang dapat meningkatkan kadar kolesterol, tekanan darah, serta risiko penyakit jantung dan stroke bila dikonsumsi berlebihan.
Selain itu, aneka kue manis seperti donat dan muffin juga kurang ideal dijadikan menu sarapan. Kandungan gula tambahan, tepung olahan, dan lemak tidak sehat dapat menyebabkan gula darah naik dengan cepat, lalu turun drastis sehingga tubuh kembali merasa lapar dalam waktu singkat.
Ahli gizi menyarankan mengganti makanan tersebut dengan pilihan yang lebih sehat, seperti telur, Greek yogurt, keju cottage, puding chia, atau smoothie buah tanpa tambahan gula.
Selain daging olahan dan kue manis, makanan lain yang sebaiknya dibatasi saat sarapan adalah roti putih, jus buah kemasan atau tinggi gula, serta sereal manis. Ketiga jenis makanan tersebut umumnya rendah serat sehingga tidak mampu memberikan rasa kenyang lebih lama.
Sebaliknya, sarapan ideal sebaiknya mengandung kombinasi karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serta serat. Menu seperti oatmeal, roti gandum, telur, buah segar, yogurt, atau kacang-kacangan dinilai lebih mampu menjaga kestabilan gula darah dan memberikan energi yang bertahan lebih lama.
Dengan memilih menu sarapan yang tepat, tubuh tidak hanya memperoleh energi untuk beraktivitas, tetapi juga membantu menjaga kesehatan jantung, mengontrol berat badan, dan menurunkan risiko berbagai penyakit di masa mendatang.
(int)