SURABAYA, PustakaJC.co - Pemilik brand Sambal Bu Rudy, Lanny Siswandi, membagikan cara sederhana menyimpan cabai agar tidak cepat busuk—terutama untuk kebutuhan rumah tangga dan usaha.
Menurutnya, cabai termasuk bahan yang sangat rentan rusak. Jika dalam satu wadah terdapat ulat, maka cabai lain berisiko ikut terkontaminasi dan membusuk lebih cepat. Dilansir dari kumparan.com, Minggu, (3/5/2026).
Untuk kebutuhan rumah tangga, Lanny menyarankan membeli cabai dalam jumlah kecil, sekitar setengah hingga satu ons. Selain lebih hemat, cara ini juga menekan risiko pembusukan karena cabai bisa langsung habis dipakai.
Berbeda dengan skala usaha. Pengusaha kuliner biasanya membutuhkan cabai hingga ratusan kilogram. Dalam kondisi ini, cabai tidak disarankan disimpan terlalu lama.
“Lebih baik langsung diolah. Kalau sudah dimasak, justru lebih aman daripada disimpan mentah,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan, menumpuk cabai dalam jumlah besar dalam satu wadah bisa mempercepat kerusakan karena memicu munculnya ulat.
Selain itu, Lanny menyarankan alternatif yang lebih efisien: menanam cabai sendiri. Dengan cara ini, kebutuhan cabai bisa dipenuhi secara bertahap dan lebih segar saat digunakan.
Tak hanya soal penyimpanan, ia juga menekankan pentingnya menjaga cita rasa sambal khas Indonesia agar tetap autentik, terutama saat dipasarkan ke luar negeri.
“Rasa itu kunci. Jangan sampai berubah,” katanya.
Untuk penyajian, Lanny merekomendasikan sambal dipadukan dengan lauk seperti ikan atau cumi hitam khas Surabaya—menu favoritnya yang dikenal kuat rasa dan pedasnya. (ivan)