Pemkot Surabaya Gandeng Pelindo dan Pusvetma Awasi Hewan Kurban, 61 Lapak Sudah Diperiksa

surabaya | 20 Mei 2026 19:21

Pemkot Surabaya Gandeng Pelindo dan Pusvetma Awasi Hewan Kurban, 61 Lapak Sudah Diperiksa
(Dok Pemkot Surabaya)

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperkuat pengawasan hewan kurban menjelang Iduladha 1447 Hijriah dengan menggandeng PT Pelindo Terminal Petikemas Surabaya dan Balai Besar Veteriner Farma (Pusvetma) Kementerian Pertanian. Hingga hari ketiga pelaksanaan, sebanyak 61 lapak penjualan hewan kurban di berbagai wilayah Surabaya telah diperiksa, Rabu (20/5/2026).

“Seluruh personel disebar ke 31 kecamatan di Surabaya untuk memeriksa lapak penjualan hewan kurban. Hingga hari ketiga pelaksanaan, sebanyak 61 lapak telah diperiksa dan pengawasan akan terus dilakukan secara bertahap,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Nanik Sukristina. Demikian dikutip dari surabaya.go.id, Rabu (20/5/2026).

Nanik menjelaskan, pengawasan dilakukan mulai 18 hingga 26 Mei 2026 guna memastikan hewan kurban yang dijual kepada masyarakat dalam kondisi sehat, bebas penyakit, dan layak dikonsumsi.

Dalam pelaksanaannya, Pemkot Surabaya melibatkan ratusan personel yang terdiri atas mahasiswa kedokteran hewan dari Universitas Airlangga dan Universitas Wijaya Kusuma, peserta Fakultas Vokasi, anggota Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), serta petugas DKPP.

Mereka disebar ke 31 kecamatan untuk memeriksa kelengkapan administrasi dan kondisi kesehatan hewan kurban. Para pedagang diwajibkan memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal serta izin dari kecamatan setempat.

Pemeriksaan kesehatan difokuskan pada deteksi penyakit seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), skabies, dan penyakit menular lainnya. Dari hasil pemeriksaan sementara, tim menemukan satu ekor hewan yang terindikasi skabies dan langsung diisolasi agar tidak diperjualbelikan.

Selain dukungan tenaga, PT Pelindo Terminal Petikemas Surabaya juga menyalurkan perlengkapan lapangan berupa rompi, topi, dan sepatu boot untuk para petugas pemeriksa.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas Surabaya, Widyaswendra, mengatakan pihaknya ingin berkontribusi dalam memastikan hewan kurban yang beredar memenuhi standar kesehatan.

Sementara itu, Kepala Pusvetma Kementerian Pertanian, Edy Budi Susila, menegaskan bahwa Pusvetma berperan sebagai laboratorium rujukan nasional sekaligus produsen vaksin PMK. Setiap ternak yang masuk ke Surabaya wajib melalui pemeriksaan ketat, termasuk tes PCR untuk mendeteksi PMK, LSD, dan penyakit strategis lainnya.

Setelah dinyatakan sehat, ternak akan memperoleh sertifikat kesehatan sebagai syarat distribusi. Secara nasional, pemerintah menyiapkan 4 juta dosis vaksin PMK, dengan sekitar 1,5 juta dosis dialokasikan untuk Jawa Timur yang memiliki populasi ternak terbesar di Indonesia.

Selain pemeriksaan sebelum penyembelihan, Pemkot Surabaya juga akan melakukan pemeriksaan pasca-penyembelihan (post mortem) saat Iduladha. Pemeriksaan tersebut melibatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan untuk memastikan daging kurban aman dikonsumsi masyarakat. (frchn)