Dari Tradisi Jadi Inovasi, Batik Jatim Didorong Tembus Pasar Global Tanpa Kehilangan Identitas

komunitas | 07 Mei 2026 08:44

Dari Tradisi Jadi Inovasi, Batik Jatim Didorong Tembus Pasar Global Tanpa Kehilangan Identitas
Direktur Utama PT Dayapromo Mitra Tama, Dadan M. Kushendarman (tengah) saat memberikan cinderamata dan penghargaan kepada Arumi Bachsin (kanan) selaku Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur di penghujung talkshow Batik Bordir & Aksesoris Fair 2026 di Exhibition Hall Grand City Surabaya. (foto ivan)

 

 

 

 

Arumi menyebut kreativitas anak muda menjadi kunci penting agar batik terus berkembang tanpa kehilangan akar tradisinya.

 

“Eksplorasi itu penting. Anak muda sekarang punya kreativitas luar biasa. Tinggal bagaimana budaya ini dikemas lebih fresh, lebih dekat dengan pasar, tapi tetap menjaga akar tradisinya,” tuturnya.

 

Mengusung tema “Living with Wastra, Beyond Fabric”, Batik Bordir & Aksesoris Fair 2026 menghadirkan 160 peserta dalam 135 booth yang menampilkan beragam produk batik, bordir, tenun, songket, kebaya, busana muslim, hingga berbagai produk kreatif UMKM lainnya.

 

Menjelang petang, keramaian di area pameran belum juga surut. Pengunjung masih memadati lorong-lorong booth sambil menikmati warna-warni wastra Nusantara yang seolah menghidupkan kembali semangat tradisi di tengah modernitas kota Surabaya. (ivan)