Sementara itu, Zahir Widadi menekankan pentingnya narasi budaya dalam industri batik. Menurutnya, banyak produk batik bagus secara visual, namun belum mampu menjelaskan filosofi dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
“Batik itu bukan hanya kain. Ada cerita, simbol, warna, ragam hias, sampai fungsi budaya di dalamnya. Kalau narasinya hilang, maka identitasnya juga hilang,” kata Zahir.
Ia juga mengingatkan bahwa generasi muda perlu memahami batik bukan hanya sebagai produk fashion, tetapi sebagai pengetahuan budaya yang harus diwariskan.
Suasana talkshow semakin hidup ketika peserta mulai membahas peluang batik menembus pasar internasional, peran AI dalam desain fashion, hingga peluang membuka program studi khusus batik untuk generasi muda.