Dari Tradisi Jadi Inovasi, Batik Jatim Didorong Tembus Pasar Global Tanpa Kehilangan Identitas

komunitas | 07 Mei 2026 08:44

Dari Tradisi Jadi Inovasi, Batik Jatim Didorong Tembus Pasar Global Tanpa Kehilangan Identitas
Direktur Utama PT Dayapromo Mitra Tama, Dadan M. Kushendarman (tengah) saat memberikan cinderamata dan penghargaan kepada Arumi Bachsin (kanan) selaku Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur di penghujung talkshow Batik Bordir & Aksesoris Fair 2026 di Exhibition Hall Grand City Surabaya. (foto ivan)

 

Sementara itu, Zahir Widadi menekankan pentingnya narasi budaya dalam industri batik. Menurutnya, banyak produk batik bagus secara visual, namun belum mampu menjelaskan filosofi dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

 

“Batik itu bukan hanya kain. Ada cerita, simbol, warna, ragam hias, sampai fungsi budaya di dalamnya. Kalau narasinya hilang, maka identitasnya juga hilang,” kata Zahir.

 

Ia juga mengingatkan bahwa generasi muda perlu memahami batik bukan hanya sebagai produk fashion, tetapi sebagai pengetahuan budaya yang harus diwariskan.

 

Suasana talkshow semakin hidup ketika peserta mulai membahas peluang batik menembus pasar internasional, peran AI dalam desain fashion, hingga peluang membuka program studi khusus batik untuk generasi muda.