SURABAYA, PustakaJC.co – Badan Pusat Statistik (Badan Pusat Statistik) mencatat sebanyak 892,64 ribu orang di Jawa Timur masih berstatus pengangguran pada Februari 2026. Angka tersebut setara dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 3,55 persen, atau turun tipis 0,06 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Statistisi Ahli Madya BPS Jawa Timur, Nurul Adriana, menjelaskan total penduduk usia kerja di Jatim mencapai 33,62 juta orang, dengan 25,14 juta di antaranya termasuk angkatan kerja. Dilansir dari jawapos.com, Rabu, (6/5/2026).
“Dari jumlah angkatan kerja tersebut, sebanyak 24,25 juta orang sudah bekerja, sementara 892,64 ribu orang masih menganggur,” ujarnya dalam keterangan di Surabaya, Selasa.
Meski terjadi penurunan jumlah pengangguran sebanyak 1,86 ribu orang dibanding Februari 2025, jumlah penduduk bekerja justru mengalami kenaikan sebanyak 388,04 ribu orang. Hal ini menunjukkan adanya pergerakan positif dalam penyerapan tenaga kerja di Jawa Timur.
BPS juga mencatat adanya ketimpangan tingkat pengangguran berdasarkan jenjang pendidikan. Lulusan universitas menjadi kelompok dengan TPT tertinggi, yakni 6,04 persen, disusul lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 5,75 persen.
Kondisi ini menunjukkan bahwa tingginya tingkat pendidikan belum sepenuhnya sejalan dengan keterserapan di dunia kerja.
Sementara itu, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) di Jawa Timur tercatat terus meningkat dalam dua tahun terakhir, yakni naik 1,76 persen poin sejak Februari 2024 hingga Februari 2026.
BPS menilai tren tersebut menunjukkan semakin banyak penduduk usia kerja yang aktif masuk ke pasar tenaga kerja, meskipun tantangan penyerapan tenaga kerja masih perlu menjadi perhatian bersama. (ivan)