BPS juga mencatat adanya ketimpangan tingkat pengangguran berdasarkan jenjang pendidikan. Lulusan universitas menjadi kelompok dengan TPT tertinggi, yakni 6,04 persen, disusul lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 5,75 persen.
Kondisi ini menunjukkan bahwa tingginya tingkat pendidikan belum sepenuhnya sejalan dengan keterserapan di dunia kerja.
Sementara itu, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) di Jawa Timur tercatat terus meningkat dalam dua tahun terakhir, yakni naik 1,76 persen poin sejak Februari 2024 hingga Februari 2026.
BPS menilai tren tersebut menunjukkan semakin banyak penduduk usia kerja yang aktif masuk ke pasar tenaga kerja, meskipun tantangan penyerapan tenaga kerja masih perlu menjadi perhatian bersama. (ivan)