JAKARTA, PustakaJC.co – Pesantren tidak lagi hanya berperan sebagai pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang pengasuhan yang memperhatikan kesehatan mental santri secara menyeluruh. Sejumlah pesantren di Indonesia kini menerapkan pendekatan holistik untuk menangani luka psikologis santri melalui perpaduan pendampingan spiritual, psikososial, dan layanan profesional.
Direktur Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said, mengatakan berbagai praktik baik tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan pesantren ramah anak sekaligus lingkungan belajar yang aman dan sehat secara emosional. Dilansir dari kemenag.go.id, Sabtu, (30/5/2026).
“Pendekatan ini diyakini mampu membantu santri memperoleh ketenangan jiwa dan kestabilan emosi,” ujar Basnang, Jumat, (29/5/2026).