Aliran Teologi yang Guncang Akidah, Dari Takdir hingga Sifat Tuhan

bumi pesantren | 19 April 2026 18:46

Aliran Teologi yang Guncang Akidah, Dari Takdir hingga Sifat Tuhan
ILUSTRASI. Aliran Jahmiyah. (dok nuonline)

SURABAYA, PustakaJC.co – Dalam sejarah pemikiran Islam awal, aliran Jahmiyah menjadi salah satu kelompok yang paling kontroversial. Ajarannya bukan hanya memicu perdebatan, tetapi juga mendapat penolakan keras dari mayoritas ulama.

 

Jahmiyah muncul di tengah dinamika intelektual umat Islam pasca wafat Nabi Muhammad SAW, saat ekspansi wilayah membuka ruang dialog dengan berbagai agama dan pemikiran lain. Situasi ini melahirkan perdebatan serius tentang takdir, iman, hingga hakikat Tuhan. Dilansir dari nu.or.id, Minggu, (19/4/2026).

 

Tokoh utama di balik aliran ini adalah Jahm bin Shafwan, yang dikenal sebagai pengusung paham Jabariyah—keyakinan bahwa manusia tidak memiliki kehendak bebas dan seluruh perbuatannya sepenuhnya ditentukan oleh Allah.

 

Menurut Muhammad Abu Zahrah, fase ini merupakan titik awal berkembangnya diskursus teologi Islam yang kompleks akibat interaksi lintas peradaban.