Pesantren Kian Peduli Kesehatan Mental, Ini Praktik Baik Tangani Luka Psikologis Santri

bumi pesantren | 30 Mei 2026 08:22

Pesantren Kian Peduli Kesehatan Mental, Ini Praktik Baik Tangani Luka Psikologis Santri
Santri sedang memaknai dan merenungkan kandungan ayat-ayat Al-Qur’an di lingkungan pesantren. (dok kemenag)

 

Sementara itu, Perguruan Islam Ar Risalah Padang, Sumatera Barat, menghadirkan sistem penanganan yang lebih komprehensif melalui pendekatan psikososial, spiritual, dan penguatan sistem asrama.

 

Pesantren yang pernah meraih penghargaan Pesantren Ramah Anak Terbaik se-Sumatera Barat tersebut menyediakan layanan konseling rutin melalui tim konselor dan pembina asrama yang telah mendapatkan pelatihan khusus.

 

Program tarbiyah ruhiyah seperti salat berjamaah, zikir, muhasabah, dan pembinaan karakter juga menjadi bagian dari proses pemulihan emosional santri. Selain itu, mentoring kelompok kecil dilakukan secara rutin untuk memantau adaptasi santri, mengelola stres, serta memperkuat dukungan sosial antarteman.

 

Menurut Basnang, berbagai praktik baik tersebut menunjukkan bahwa pesantren mampu menjadi lingkungan yang tidak hanya mendidik secara akademik dan spiritual, tetapi juga mendukung kesehatan mental serta perlindungan anak secara berkelanjutan.

 

“Pendekatan spiritual yang dipadukan dengan pendampingan psikologis profesional menjadi model penting dalam membangun pesantren yang ramah anak, inklusif, dan berdaya pulih terhadap tantangan psikologis generasi muda,” pungkasnya. (ivan)