JAKARTA, PustakaJC.co – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menegaskan pentingnya optimalisasi zakat sebagai solusi konkret untuk memperkuat ketahanan masyarakat di tengah tekanan krisis global yang terus meluas.
Hal ini disampaikan Wakil Ketua Umum PBNU Amin Said Husni saat menghadiri Halal Bihalal Perkumpulan Organisasi Zakat di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis, (16/4/2026).
Dalam kesempatan itu, Amin menyampaikan pesan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf yang mengapresiasi capaian lembaga amil zakat yang tergabung dalam Poroz.
“Capaian pengumpulan zakat terus meningkat dari tahun ke tahun. Ini patut diapresiasi, tetapi potensinya masih sangat besar dan perlu dioptimalkan,” ujar Amin, dikutip dari nu.or.id, Jumat, (17/3/2026).
Namun, PBNU tidak ingin zakat hanya berhenti pada pengumpulan. Gus Yahya menekankan pentingnya kolaborasi antar-lembaga amil zakat agar penyalurannya lebih terarah dan berdampak nyata.
“Ketua Umum berharap lembaga zakat tidak hanya fokus pada pengumpulan, tetapi juga berkolaborasi dalam program pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.
PBNU juga menyoroti dampak konflik global, khususnya di Timur Tengah, yang turut memengaruhi kondisi ekonomi nasional. Kenaikan harga energi hingga kebutuhan pokok dinilai berpotensi memperparah kemiskinan.
Karena itu, PBNU menginisiasi Gerakan Peningkatan Ketahanan Masyarakat sebagai langkah strategis menghadapi krisis tersebut.
“Zakat sangat diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan ketahanan masyarakat di tengah situasi global yang tidak menentu,” pungkas Amin. (ivan)