Gunung Bancak Kondusif, BPBD Jatim Konsentrasi Tangani Karhutla di Kawah Ilalang Ijen

wisata | 29 September 2026 19:21

Gunung Bancak Kondusif, BPBD Jatim Konsentrasi Tangani Karhutla di Kawah Ilalang Ijen
Ilustrasi petugas gabungan melakukan pembasahan setelah karhutla di kawasan Gunung Bromo. (dok jawapos)

BONDOWOSO, PustakaJC.co – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah pegunungan Jawa Timur (Jatim) menunjukkan tren positif. Kendati situasi secara umum berangsur melandai dan terkendali, petugas pemadam gabungan kini memfokuskan penanganan pada titik api yang masih tersisa di Kabupaten Bondowoso.

 

Sebelumnya, titik api baru sempat terpantau membakar kawasan Gunung Bancak, Kabupaten Magetan, pada Sabtu (26/9). Namun, kobaran api yang melahap sekitar 5 hektare areal hutan tersebut kini dipastikan telah padam sepenuhnya.

 

Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, mengonfirmasi kondisi Gunung Bancak yang sudah kondusif usai upaya pemadaman intensif oleh tim gabungan. Dilansir dari jawapos.com, Selasa, (29/9/2026).

 

"Tim pemadam gabungan telah berhasil melakukan pemadaman di Gunung Bancak pada pukul 10.20 WIB. Saat ini sudah tidak terpantau titik api maupun kepulan asap," ujar Gatot saat dikonfirmasi, Selasa (29/9).

 

 

Usai meredam api di Magetan, konsentrasi pemadaman kini dialihkan penuh ke kawasan Kawah Ilalang, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso. Kebakaran di lereng Ijen ini diduga dipicu dari aktivitas berladang warga setempat pada Minggu (27/9), yang kemudian meluas dengan cepat akibat vegetasi kering dan tiupan angin kencang.

 

"Di Bondowoso, luas wilayah yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai kurang lebih 200 hektare," beber Gatot.

 

Hingga saat ini, sisa titik api masih terpantau di Petak 87A-B dan C-88 Dusun Curah Macan, Desa Kalianyar. Petugas gabungan yang terdiri atas unsur BPBD, Perhutani, dan BKSDA Kawah Ijen terus berupaya menjangkau lokasi-lokasi yang memungkinkan untuk dilakukan pemadaman darat.

 

 

Meski begitu, upaya pemadaman di lapangan menghadapi tantangan berat. Medan yang sangat terjal serta hembusan angin kencang menjadi kendala utama karena berpotensi memicu persebaran titik api baru.

 

Gatot menegaskan, BPBD Jatim terus meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait untuk memantau pergerakan titik api dan menyiagakan personel di lokasi-lokasi rawan. (ivan)