SURABAYA, PustakaJC.co – Antrean panjang pembelian Biosolar di sejumlah SPBU di Jawa Timur mulai memunculkan kekhawatiran terhadap kelancaran sektor pariwisata. Di tengah tingginya mobilitas masyarakat pada musim libur sekolah, kelancaran distribusi bahan bakar dinilai menjadi salah satu penopang penting agar perjalanan wisata tetap nyaman dan tepat waktu.
Meski demikian, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur memastikan hingga kini aktivitas wisata belum terdampak secara signifikan. Arus kunjungan wisatawan selama libur sekolah masih berlangsung stabil dan belum ada laporan dari pelaku usaha perjalanan wisata terkait kesulitan memperoleh bahan bakar.
Kepala Disbudpar Jawa Timur, Evy Afianasari, mengatakan antrean di sejumlah SPBU lebih dipicu isu yang berkembang mengenai kemungkinan kenaikan harga BBM, bukan karena terjadi kelangkaan pasokan.
"Sampai dengan saat ini belum ada keluhan dari pihak biro perjalanan terkait BBM. Menurut informasi dari dinas terkait juga belum ada permintaan penambahan kuota BBM dari Pertamina. Arus wisata liburan sekolah masih berjalan dengan stabil," ujarnya.

Meski demikian, Evy mengakui antrean kendaraan di sejumlah SPBU tetap berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas. Karena itu, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur maupun instansi terkait untuk memantau perkembangan di lapangan.
"Antriannya memang akhirnya mengganggu traffic. Kami terus melakukan update informasi dan koordinasi dengan dinas-dinas terkait," kata Perempuan yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur ini.
Bagi dunia pariwisata, kelancaran distribusi energi tidak bisa dipisahkan dari kualitas pelayanan kepada wisatawan. Sebab, akses transportasi merupakan urat nadi yang menghubungkan wisatawan dengan destinasi, mulai dari kawasan pegunungan, pantai, hingga wisata budaya yang tersebar di berbagai daerah Jawa Timur.
Kepala Disbudpar perempuan pertama ini menilai keberhasilan sektor pariwisata sesungguhnya dibangun oleh banyak faktor yang saling berkaitan, bukan hanya promosi maupun pembangunan destinasi.
"Tentunya semua aspek akan menjadi rentan. Keberhasilan pariwisata tidak hanya diukur dari satu sisi, semua saling terkait," tegas perempuan berparas ayu ini.
Ia juga mengajak masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya sehingga tidak memicu kepanikan yang justru memperpanjang antrean di SPBU.
"Untuk itu dibutuhkan sudut pandang yang positif dari masyarakat, tidak menjadi terprovokasi atas pemberitaan-pemberitaan yang belum tentu benar," ujarnya.

Di sisi lain, Disbudpar Jawa Timur mengajak masyarakat tetap menikmati momentum liburan sekolah dengan mengunjungi berbagai destinasi wisata yang mudah dijangkau dari tempat tinggal masing-masing.
"Saya berharap dan selalu melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Di semua sudut Jawa Timur tersedia destinasi-destinasi wisata yang keren. Dalam kondisi ini mari kita ramaikan destinasi wisata yang mudah kita jangkau," pungkasnya.
(int)