SURABAYA, PustakaJC.co - Kereta Api (KA) Mataram relasi Pasar Senen-Solo Balapan menjadi salah satu pilihan perjalanan yang menawarkan pengalaman wisata berbeda. Tidak hanya menghubungkan Jakarta dan Solo, kereta ini juga melintasi sejumlah kota dengan destinasi budaya, sejarah, kuliner, hingga wisata alam yang populer di Pulau Jawa.
KA Mataram melayani rute Jakarta menuju Solo melalui sejumlah kota penting seperti Bekasi, Cirebon, Purwokerto, Kroya, Kebumen, Kutoarjo, Wates, Yogyakarta, Klaten hingga berakhir di Stasiun Solo Balapan.
Jalur tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menikmati perjalanan sekaligus menjelajahi berbagai destinasi unggulan di sepanjang lintasan kereta.
Mulai dari wisata budaya, kuliner khas daerah hingga panorama alam, seluruhnya dapat ditemukan di kota-kota yang dilewati KA Mataram.
Perjalanan dari Jakarta akan membawa penumpang menuju Cirebon yang dikenal sebagai kota dengan kekayaan budaya dan sejarah yang masih terjaga hingga kini.
Di kota tersebut, wisatawan dapat mengunjungi Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, sentra Batik Trusmi hingga mencicipi berbagai kuliner khas pesisir utara Jawa yang menjadi favorit wisatawan.
Memasuki wilayah Banyumas, kereta melintasi Purwokerto yang menjadi pintu gerbang menuju kawasan wisata Baturraden di kaki Gunung Slamet.
Baturraden dikenal menawarkan udara sejuk serta panorama alam yang menjadi pilihan wisata keluarga maupun pencinta alam.
Perjalanan kemudian berlanjut melewati Kroya, Kebumen dan Kutoarjo yang menyimpan berbagai destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah.
Kawasan tersebut memiliki sejumlah objek wisata populer seperti Geopark Kebumen, Pantai Menganti hingga kawasan Perbukitan Menoreh yang membentang di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Saat memasuki Yogyakarta, penumpang disuguhi berbagai ikon wisata nasional mulai dari Malioboro, Keraton Yogyakarta, Taman Sari hingga Candi Prambanan yang selalu ramai dikunjungi wisatawan.
Selain terkenal sebagai kota budaya, Yogyakarta juga menjadi tujuan favorit karena kekayaan seni, kuliner dan berbagai aktivitas wisata yang ditawarkan.
Setelah melintasi Yogyakarta, KA Mataram menuju Klaten yang dikenal dengan wisata air alami seperti Umbul Ponggok dan Umbul Manten yang banyak diminati wisatawan.
Perjalanan kemudian berakhir di Stasiun Solo Balapan yang menjadi gerbang utama menuju Kota Solo, salah satu destinasi wisata budaya yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.
Solo menawarkan beragam pilihan wisata mulai dari sejarah, seni pertunjukan, kuliner tradisional hingga ruang publik yang nyaman untuk dinikmati wisatawan.
Tingginya minat wisatawan terhadap Kota Solo juga terlihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surakarta yang mencatat tingkat hunian hotel berbintang pada Desember 2025 mencapai 58,95 persen atau meningkat dibanding Oktober 2025 yang berada di angka 53,88 persen.
Dengan beragam destinasi menarik yang dapat dijangkau di sepanjang perjalanan, KA Mataram tidak hanya menjadi moda transportasi antarkota, tetapi juga alternatif wisata yang menawarkan pengalaman menjelajahi berbagai daerah di jalur selatan Pulau Jawa.
Perjalanan menggunakan kereta api tersebut menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin menikmati liburan akhir pekan dengan suasana berbeda tanpa harus terburu-buru menuju satu tujuan wisata saja.
(int)