SURABAYA, PustakaJC.co – Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Selasa (16/6/2026) pagi dengan semburan abu vulkanik setinggi sekitar 1.000 meter di atas puncak gunung.
Dilansir dari iNews.id, pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan,
“Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Selasa, 16 Juni 2026, pukul 10:59 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 1000 m di atas puncak (± 4676 m di atas permukaan laut).”
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat daya. Aktivitas erupsi juga terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 153 detik.
PVMBG menegaskan bahwa Gunung Semeru masih berada pada Status Level III (Siaga), sehingga masyarakat diminta tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius hingga 13 kilometer dari puncak.
Selain itu, masyarakat juga diimbau menghindari area dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak karena potensi bahaya lontaran material pijar.
“Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak,” lanjut PVMBG.
PVMBG juga mengingatkan potensi bahaya awan panas, guguran lava, dan lahar di sejumlah aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Warga di sekitar kawasan rawan bencana diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan resmi pemerintah untuk menghindari risiko bahaya lebih lanjut. (nov)