SURABAYA, PustakaJC.co - Musim libur sekolah tak selalu harus diisi dengan perjalanan ke taman hiburan atau pusat perbelanjaan. Di Kota Malang, terdapat destinasi yang memadukan rekreasi dan pembelajaran dalam satu pengalaman menarik, yakni Kampung Keramik Dinoyo.
Berlokasi di Jalan MT Haryono, Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, kawasan ini telah lama dikenal sebagai sentra kerajinan keramik yang menjadi salah satu ikon industri kreatif Kota Malang. Hingga kini, Kampung Keramik Dinoyo tetap menjadi tujuan favorit bagi keluarga yang ingin mengajak anak-anak belajar sambil berwisata.
Berbeda dengan destinasi wisata pada umumnya, pengunjung tidak hanya dapat melihat hasil kerajinan yang dipajang di etalase toko. Mereka juga berkesempatan menyaksikan secara langsung proses pembuatan keramik, mulai dari pembentukan bahan dasar hingga menjadi produk bernilai seni tinggi.
Perajin sekaligus pemilik toko keramik di kawasan tersebut, Siono Nur Rizky, mengatakan kunjungan wisata edukasi masih cukup tinggi. Pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari kalangan masyarakat umum, tetapi juga siswa taman kanak-kanak, pelajar sekolah dasar, hingga mahasiswa.
"Masih banyak yang ke sini, mereka belajar juga membuat keramik," ujarnya.
Menurut Siono, masyarakat yang ingin melihat proses produksi keramik dapat langsung datang ke lokasi tanpa persyaratan khusus. Namun bagi mahasiswa yang melakukan penelitian atau kebutuhan akademik lainnya, biasanya diwajibkan membawa surat pengantar resmi dari kampus.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Kampung Keramik Dinoyo tidak hanya berfungsi sebagai pusat ekonomi kreatif, tetapi juga menjadi ruang belajar yang memperkenalkan proses produksi kerajinan tradisional kepada generasi muda.
Aktivitas wisata di kawasan ini juga mendapat dukungan dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat yang turut berupaya menjaga eksistensi Kampung Keramik Dinoyo sebagai destinasi edukatif.
Selain rombongan pelajar dan mahasiswa, pengunjung yang datang juga didominasi kalangan ibu rumah tangga. Mereka umumnya membeli berbagai produk keramik sebagai hiasan rumah maupun suvenir untuk acara pernikahan dan kebutuhan lainnya.
Tak jarang wisatawan mancanegara juga menyempatkan diri berkunjung untuk melihat langsung proses pembuatan keramik khas Malang yang telah dikenal selama puluhan tahun.
Seiring perkembangan teknologi, para perajin kini juga memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan pemasaran produknya. Langkah tersebut menjadi upaya penting agar kerajinan tradisional tetap mampu bersaing di tengah perubahan tren pasar.
Di tengah derasnya arus modernisasi, Kampung Keramik Dinoyo menjadi bukti bahwa warisan kerajinan lokal masih memiliki daya tarik yang kuat. Tak hanya menghadirkan pengalaman wisata yang berbeda, kawasan ini juga mengajarkan nilai kreativitas, ketekunan, dan proses di balik sebuah karya seni.
Bagi orang tua yang ingin memberikan pengalaman liburan yang lebih bermakna bagi anak-anak, Kampung Keramik Dinoyo dapat menjadi pilihan menarik. Di tempat ini, liburan bukan hanya tentang bersenang-senang, tetapi juga belajar menghargai karya, budaya, dan kreativitas yang tumbuh dari tangan-tangan perajin lokal. (int)