“Selama satu hari penuh sekolah membiasakan penggunaan bahasa Jawa dengan berbagai kreativitas. Bahkan, inovasi-inovasi sekolah juga rutin dibagikan melalui media sosial,” ujarnya.
Selain Kemis Mlipis, Dinas Pendidikan Surabaya juga aktif menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu yang melibatkan pelajar dalam berbagai perlombaan budaya Jawa, mulai dari nembang, ndongeng, maca geguritan, karawitan, dhagelan tunggal, pidato bahasa Jawa, hingga menulis aksara Jawa.
Menurut Febri, pendekatan kreatif menjadi strategi penting agar generasi muda lebih tertarik mempelajari budaya daerah tanpa merasa terbebani.